logo CUKKd
KSP Credit Union Keluarga Kudus
Badan Hukum No : 67.a/BH/PAD/X, tanggal 22 September 2011
Jl. KS Tubun No.1B | Pontianak | Kalimantan Barat | Indonesia
Email : cukeluargakudus@yahoo.com
Telp : (0561) 740511
Sejarah Berdiri KSP Credit Union Keluarga Kudus

Sejarah Berdirinya CU Keluarga Kudus

 

CU Keluarga Kudus didirikan pada 5 Oktober 2000, berdasarkan SK DPP KK No.: 04/SK/DPP-KK/IX/2000. Digagas oleh Pastor Paskalis Soedirdjo OFM. Cap (No. Buku Anggota: 3), Pastor Paroki Keluarga Kudus, Kota Baru, Pontianak, saat itu. Latar belakang pendirian CU Keluarga Kudus karena, berdasarkan pengalaman pendirian CU Stella Maris, Siantan, banyaknya umat yang pinjam di bank untuk membeli rumah dan kendaraan sepeda motor. Suku bunga pinjaman di bank relatif tinggi sehingga memberatkan beban keuangan umat. Umat masih banyak yang kesulitan keuangan.

Selain itu, begitu kata Pastor Sudirdjo melalui telepon, ketika Strategic Planning ini disusun sedang bertugas di Stasi Sekura, Paroki Kristus Raja Sambas, CU banyak membantu umat ketika mereka sakit atau meninggal dunia, ini berkat adanya produk solidaritas. Ketika CU membantu, jelas Paroki juga terbantu. Dalam banyak kasus ketika umat mengalami kesulitan, seperti sakit parah atau meninggal dunia, Paroki tidak jarang menjadi tumpuan umat.

Ketika ide pendirian CU Keluarga Kudus disampaikan kepada Dewan Pastoral Paroki, mereka menyetujuinya.

Pernyataan di atas diperkuat lagi dengan surat Pastor Sudirjo yang disampaikan setelah pelaksanaan SP hari pertama dan kedua:

"Mengapa saya mendirikan CU?

Di Paroki di mana saya pernah tinggal, di situ selalu saya dirikan CU, tetapi hanya di Paorki Stella Maris Siantan dan di Paroki Keluarga Kudus Kota Baru yang mewujudkan harapan saya. Maka dalam kesempatan yang baik ini waktu yang tepat untuk mengucapkan banyak terima kasih kepada Sdr/i para Pengurus CU, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna bakti. Secara khusus terima kasih saya kepada Bapak Silvinus Notor, yang bersedia memulainya dengan menjabat sebagai ketua. Sebetulnya tidak pas jika saya dikatakan sebagai pendiri, sebab saya tidak terlibat apa-apa sejak dari semula, mungkin lebih pas kalau disebut sebagai penggagas.

Mengapa saya mempunyai gagasan untuk mendirikan CU di Paroki-Paroki di mana saya pernah terlibat di Paroki itu:

  1. Ada dana kematian di CU: Kebutuhan yang mendesak tak bisa ditangguhkan dan tak bisa (pada umumnya kita) menyediakan/memikirkan sebelumnya adalah biaya yang harus dikeluarkan kalau ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Sehingga kematian selalu menimbulkan beban baru bagi kebanyakan keluarga. Dengan menjadi anggota CU, karena di CU ada dana kematian, maka beban yang biasa datang mendadak ini teratasi.
  2. Bunga simpanan/tabungan tetap menjadi milik si penabung, tidak seperti kalau kita menabung di bank.
  3. CU sangat membantu usaha kecil. Pengusaha kecil dengan mudah mendapatkan modal usaha, dengan bunga yang rendah kalau menjadi anggota CU.
  4. Ketika mulai ada pembelian kendaraan roda dua dengan mengangsur, CU juga sangat menolong. Bisa beli kontan lebih murah dengan uang pinjaman dari CU yang bunganya sangat rendah, dan bunga yang dibayar itu tetap milik sendiri, sebagai SHU yang diberikan pada setiap akhir tahun buku. 

Nilai apa yang di dapat : kebersamaan - gotong royong."

Pastor Paskalis Soedirdjo, Ofm. Cap.

 

Susunan Pengurus dan Pengawas CU Keluarga Kudus Periode I adalah sebagai berikut: 

 

DEWAN PIMPINAN

Ketua                            : Silvinus Notor (No, BA 1)

Wakil Ketua                    : Yohanes Tuparman (NO. BA: 8)

Sekretaris                      : Ireneus Gedo Gama (NO BA: 9)

Wakil Sekretaris             : Paulus Lukas Denggol (NO. BA: 10)

Bendahara                     : Lucia Ekawaty (NO. BA: 11)

 

PANITIA PENDIDIKAN

Ketua                            : Yohanes Tuparman (NO BA: 8)

Sekretaris                      : Gaspar Desso Esso (NO. BA: 5)

Anggota                         : Theresia Purwani Yulianti (NO. BA: 16)

Anggota                         : Frans Laten (NO. BA: 17)


PANITIA KREDIT

Ketua                            : H. Ng Sri Hartanto (NO. BA: 12)

Anggota                         : Paulus Sutrisna (NO. BA: 13)

Anggota                         : Fransiskus Yohanes Kia (NO. BA: 14)

 

PENGAWAS:

Ketua                            :  Munaldus (NO. BA: 7)

Sekretaris                      :  St. F. Sintan Panggilingan (Alm) (NO. BA: 6)

Anggota                         :  Jentry Brigita (NO. BA: 2)

 

Pelayanan ke anggota pada masa awal berdiri sampai pada tahun 2005 lakukan oleh Pengurus, terutama oleh Bendahara dan Panitia Kredit, serta beberapa orang volunter. Baru pada bulan Februari 2005 Pengurus mengangkat 3 orang staf untuk memberikan pelayanan kepada anggota. Dan pada tahun tersebut Paroki Keluarga Kudus memberikan satu ruangan yang digunakan untuk pelayanan. Pada waktu itu juga CU Keluarga Kudus menggunakan program akuntansi Sikopdit MD, sehingga buku anggota tidak ditulis tangan lagi dan sudah bisa dicetak

Saat ini CU Keluarga Kudus sudah memiliki 1 Kantor Pusat dan 4 Tempat Pelayanan, yaitu TP KS Tubun, TP Rasau Jaya, TP Siantan dan TP Bengkayang.